24 Mei 2013

PENDIDIKAN KARAKTER ALA RASULULLAH

Kini kita semua tahu bahwa pemerintah tengah menggalakkan pendidikan karakter dalam membangun generasi emas bangsa. Para guru dibekali dengan pelatihan-pelatihan mendidik dengan konsep pendidikan karakter, dan merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).  Para tenaga didik pun berbondong-bondong mengikuti pelatihan tersebut dengan harapan kelak mampu menjadi tenaga didik profesional yang mampu membangun karakter anak didiknya.

Namun apakah sistem pendidikan berkarakter yang kini tengah digalakkan merupakan metode terbaik dalam memperbaiki dan mampun menjaga moral Bangsa yang kian hari kian merosot. Apakah melalui pendidikan karakter ini kita mampu menciptakan generasi emas bangsa untuk membangun Negara Indonesia menjadi lebih baik melalui karakter yang telah di munculkan?

Tidak ada yang berani menjamin hal tersebut. Pendidikan karekter kini memang sedang dijalankan, namun apakah pendidikan karakter itu telah diterapkan dengan baik? penulis rasa belum. Barangkali masih banyak tenaga didik yang belum menerapkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter mestinya bukan hanya bersifat lips Service. Namun harus ditunjukkan secara real kepada peserta didik.

Dalam hal ini, pendidikan karakter ala Rasullullah lah yang terbaik, Beliau sebagai Tuntunan tak hanya mampu memberikan pelajaran atau pemahaman tentang bagaimana beribadah dan bertaqwa kepada Allah SWT. Namun juga menjadi uswatun hasanah bagi setiap pengikutnya. Bisa diambil dari sepenggal kisah Baginda Rasulullah ketika Perang Badar tengah berkecamuk, saat itu pasukan Rasulullah berjumlah 300 orang. Sementara unta yang ada hanya 100 ekor, sehingga 1 ekor unta harus digunakan bertiga. Baginda Rasululllah Muhammad SAW yang saat itu adalah seorang pemimpin, mau berganti dengan 2 sahabat lainnya. Kadang Nabi Muhammad Saw diatas unta, kadang di bawah untuk menuntun unta. Nabi Muhammad SAW bukan hanya membimbing, tapi juga memberi contoh atas apa yang ia sampaikan.

Baginda Rasullulah SAW memberikan contoh kepribadian yang baik semasa hidupnya untuk para sahabat dan pengikutnya sehingga para sahabat paham betul seperti apa sifat atau karakter yang harus diterapkan dalam kehidupan ini. Hingga mau tidak mau para sahabat pun berkelakuan nyaris layaknya Rasullulah, sebab ia telah memberikan pendidikan karakter yang langsung menyentuh diri setiap pengikutnya. Sejatinya, pendidikan karakter haruslah dicontohkan oleh tenaga didik kepada peserta didik untuk kemudian diterapkan secara bersama-sama di kehidupan sehari-hari.

Hal ini pula lah yang perlu diterapkan oleh para tenaga didik atau guru dalam membangun karakter anak didik mereka. Tidak mungkin seorang guru meminta anak didiknya untuk disiplin sementara ia selalu terlambat datang ke sekolah, atau tidak mungkin pula seorang guru melarang siswanya merokok sementara ia sendiri merokok di dalam kelas (apalagi sampai meminjam korek api dari siswanya).

Nilai Pendidikan Karakter
Ada 18 Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang  diintegrasikan pada setiap Kompetensi Dasar diantaranya, Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komuniktif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung-jawab.

Dan dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berkarakter paling tidak harus ada 5 (lima) nilai karakter yang tertera, guna diterapkan dalam proses pembelajaran. Maksudnya, dalam setiap pertemuan paling tidak kita menggali lima nilai karakter yang telah disebutkan di atas. Namun bagaimana caranya jika sang pendidik sendiri tidak mencontohkannya dalam kehidupan sehari-harinya.

Dari ke 18 nilai karakter tersebut Rasullullah SAW telah mencontohkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama Religius, jelas sekali bahwa beliau merupakan orang yang paling taat ibadahnya, sebab ia adalah messager Allah yang menyampaikan segala wahyu dari-Nya. Kedua Jujur, sejak kecil kita ditanamkan ilmu bahwa Rasul memiliki sifat Siddik yang artinya benar atau jujur. Dalam kehidupannya, Rasullulah bukan hanya jujur dalam perkataannya tapi juga dalam perbuatannya. Hingga khadijah menjadi begitu terpesona melihat kejujuran beliau. Apalagi karena kejujurannya dalam berniaga membuat barang niaganya menjadi laris manis, dan beliau menjadi pedagang yang terkenal. Ketiga, Toleransi, ini yang sering diperdebatkan bagi orang yang anti islam, orang menganggap bahwa islam adalah agama bar-bar yang selalu berurusan dengan pedang. Padahal sejatinya, Rasullulah merupakan orang yang memiliki toleransi. Alkisah ketika Rasullulah dilempari batu oleh kaum Tsaqif, dan malaikat Jibril datang dan ingin membinasakan kaum Tsaqif tersebut, namun Rasullulah melarangnya. Ia bersabda ”Jangan! Jangan! Aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.”  Beliau pun berdoa untuk kaum Tsaqif. “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka belum mengetahui (kebenaran).” (HR Baihaqi).

Tak hanya itu, ada banyak sekali sifat rasullulah yang patut untuk kita tiru sebagai bagian dari pendidikan karakter yang ia berikan kepada umatnya, bukan hanya untuk mereka yang pernah melihat beliau langsung, tapi hingga sekarang pendidikan karakter yang beliau masih kita rasakan. Jika ditulis semua artikel ini tidak akan mampu menampungnya.

Pendidikan karakter yang terbaik telah ditujukkan oleh Rasulullah SAW, untuk itu kita sebagai pendidik pun harus mampu paling tidak memberikan contoh yang baik kepada murid agar mereka mampu menerapkan nilai karakter yang baik pula kedepannya. Hingga ketika telah sampai pada generasi mereka, maka negara ini kan memiliki para pemimpin yang berkarakter baik.

Sebagai penutup firman Allah tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dijamin-Nya sebagai contoh paling baik untuk kita semua. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah, suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah. (QS. 33:21).

#Yayasan ALC

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...