Tampilkan postingan dengan label Makalah Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Kesehatan. Tampilkan semua postingan

28 Juni 2013

KEAJAIBAN SIDIK JARI MANUSIA


Keajaiban Al-Qur'an Buktikan Sidik Jari Sebagai Identitas
Subhanallah, Inilah Mukjizat Al-Quran Tentang Cap Jari sebagai Identitas setiap orang, termasuk mereka yang lahir kembar, memiliki pola cap jari yang khas dan berbeda di antara satu sama lain. Itulah sebabnya, cap jadi menjadi tanda pengenal manusia untuk membedakan seseorang dengan orang lain.

Menurut Harun Yahya, sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan sekarang ini. Penekanan pada cap jari mempunyai makna sangat khusus.

Mengapa? Menurut Harun Yahya, hal itu disebabkan cap jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki seri atau tanda cap jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah sebabnya mengapa cap jari digunakan sebagai kode identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan di seluruh dunia. Keunikan cap jari ini baru ditemui pada akhir abad ke-19 M.

Sebelumnya, orang menghargai cap jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al-Quran, Allah merujuk kepada cap jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting cap jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Pada abad ke-7 M, Al-Quran telah menyebutkan bahwa cap jari menjadi tanda pengenal manusia. Dalam Al-Quran disebutkan mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang cap jari manusia secara khusus ditekankan dalam sebuah ayat.
Simaklah surah Al-Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al-Quran, 75:3-4).

Sungguh Al-Quran adalah firman Allah yang Maha Benar.

Teka-teki Sidik jari dalam Al-Qur'an
Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat gambar), bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99.
99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !

Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881.Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 )

Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.

Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:

jari kelingking ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk ==> membentuk huruf lam(double)
jari jempol (ibu jari) ==> membentuk huruf ha'

Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Maka benarlah firman Allah SWT :
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS. Fushshilat 41:53)

Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Quran semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.

Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.

Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja... Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.

Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. 36. Yaasin:12).

Sidik Jari Dalam Kajian Sains

Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP.
Fingerprint

Ada tiga jenis sidik jari yaitu Whorl (lingkaran), Loop (sangkutan) dan Arch (busur). Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik.

Fingerprint
Ilmu yang mempelajari sidik jari adalah Daktiloskopi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang artinya jari jemari atau garis jemari dan scopein yang artinya mengamati.

Uniknya lagi, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi sebenarnya kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut. Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (finger print reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :
  • Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.
  • Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.
  • Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.
Perkenalan Fingerprint Test
FT (fingerprint test) alias uji membaca sidik jari adalah metode berlandaskan dermatoglyphic, ilmu pengetahuan yang usianya ratusan tahun. FT adalah genetik blueprint.

Dermatoglyphic dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph yaitu ukiran adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari-jari, telapak tangan, hingga kaki). Dermatoglyphic mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.

Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang. Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897) dan Noel Jaquin (1958).

Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.
 
Tahap Fingerprint Tes
Untuk memeriksa kecerdasan Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, seorang FT analis akan menganalisisnya.

Hasil seluruh analisis secara detail baru bisa diberikan 5 hari kemudian, menunggu hasil analisis laboratorium di Singapura. Di Indonesia memang belum ada laboratorium khusus untuk FT ini.

Saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran. Jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.

#Eramuslim, PKSKabSerang, MarhenBlog

MADU DAN KHASIATNYA UNTUK MANUSIA

Madu adalah salah satu bahan pemanis alami yang di hasilkan oleh lebah madu, karena tidak semua lebah yang bisa menghasilkan madu,rasanya lebih manis dari gula dan sudah tentu manfaatnya banyak sekali bagi tubuh bila di konsumsi tiap hari,selain itu madu juga bisa jadi obat untuk penyakit tertentu,madu juga bisa di olah untuk pencampur makanan,kosmetik dan juga sebagai bumbu masakan terutama bagi yang suka sekali dengan rasa manis,dan madu ini juga tidak berbahaya bagi anak-anak yang masih di bawah umur,malah sebaliknya konon katanya di anjurkan kepada ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memberikan madu kepada sang bayi yang baru di lahirkan sebelum sang bayi tersebut menerima ASI untuk yang pertama kalinya dengan cara di oleskan di bibir si bayi,selain baik fungsi olesan di bibir si bayi tadi yang konon katanya sampai dewasa nanti si bayi akan di sukai tutur katanya dan bibir si bayipun akan terus memerah / mempesona bagi setiap orang yang memandangnya,jadi mulai sekarang mulailah menyediakan dan mengkonsumsi madu sesering mungkin.
Dari illustrasi anatomi lebah diatas kita dapat segera tahu bahwa meskipun madu dikeluarkan dari perut lebah (di dalam Al Qur’an disebutkan di Surat An Nahl Ayat 69 ”….Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya…”), namun ternyata madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach). Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau mono sakarida. - See more at: http://www.gallerydunia.com/2011/02/kupas-tuntas-madu-dan-lebah.html#sthash.lB25xLff.dpuf 
Meskipun madu dikeluarkan dari perut lebah (di dalam Al Qur’an disebutkan di Surat An Nahl Ayat 69 ”….Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya…”), namun ternyata madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach). Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau mono sakarida.
Sering terjadi kesalah pahaman di masyarakat seolah madu adalah kotoran lebah karena berasal dari perut lebah. Madu bukanlah kotoran lebah meskipun dalam prosesnya melalui perut lebah. Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Selanjutnya nectar yang mayoritas berupa gula disakarida dalam bentuk sukrosa mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah.

Nectar yang diambil dari bunga-bunga tanaman mengandung gula dan kadar air yang tinggi (sekitar 60%), untuk menjadi madu kadar air ini harus diturunkan secara significant menjadi sekitar 20 % atau bahkan lebih rendah lagi. Proses fisika penurunan kadar air ini mulai terjadi pada saat lebah menjulurkan lidahnya (proboscis) untuk memindahkan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah. Didalam sarang lebah kadar air terus diturunkan lebih lanjut dengan laju penurunan yang lebih tinggi melalui putaran sayap-sayap lebah yang terus menerus mensirkulasikan hawa hangat ke seluruh ruangan dalam sarang lebah. Proses kimia dari nectar menjadi Madu terjadi di dalam perut lebah ketika enzym invertase mengubah sukrosa (disakarida) menjadi glukosa dan fruktosa yang keduanya merupakan monosakarida.


Kandungan Madu
Adapun kandungan madu menurut USDA Nutrient Database adalah sebgai berikut: madu mengandung nilai gizi per 100 g: Gula 82.12 g, Serat 0.2 g, Energi 304 kcal, Karbohidrat 82.4 g, Lemak 0 g, Protein 0.3 g, Asam Pantotenat (Vit. B5) 0.068 mg (1%), Vitamin B60.024 mg (2%), Folat (Vit. B9) 2 mg (1%), Air17.10 g, Riboflavin (Vit. B2) 0.038 mg (3%), Niacin (Vit. B3)0.121 mg (1%), Fosfor 4 mg (1%), Potasium 52 mg (1%), Vitamin C0.5 mg (1%), Kalsium6 mg (1%), Besi 0.42 mg (3%), Magnesium 2 mg (1%), Sodium 4 mg (0%), Zinc 0.22 mg (2%). Semua kandungan tersebut sangat bermanfaat untuk tubuh. 

Madu Sebagai Antibiotik Yang Tersedia Bebas di Alam
Meskipun lebih dari 1400 tahun lalu Allah melalui ayat-ayat Al-Qur’an telah memberitahukan bahwa madu sebagai obat, baru beberapa tahun belakangan para ilmuwan membuat berbagai penelitian mengenai kemampuan madu sebagai obat.

Salah satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari
The University of Waikato – New Zealand. Peter Nolan mempunyai cerita favorit mengenai keandalan madu sebagai antibiotic ini, yaitu berdasarkan pengalaman langsung yang dialami seorang remaja Inggris berusia 20 tahun yang luka di tangannya tidak mempan diobati oleh berbagai jenis antibiotic. Remaja ini kemudian mendengar tentang pengobatan dengan madu dan minta dokternya untuk mengobati dengan madu. Karena berbagai cara telah dilakukan, maka team dokterpun tidak keberatan untuk mencoba cara lain dengan madu ini. Setelah pengobatan dengan madu berjalan selama satu bulan, ternyata luka di tangan remaja tersebut benar-benar sembuh dan tangannya dapat berfungsi kembali.
Madu ternyata dapat menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotic buatan manusia. Penggunaan madu sebagai antibiotic juga memiliki beberapa keunggulan antara lain :
  1. Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan inflamasi
  2. Madu menyebabkan rasa sakit berkurang
  3. Madu membersihkan infeksi
  4. Madu menghilangkan bau pada luka
  5. Penyembuhan berjalan cepat tanpa menimbulkan bekas luka
  6. Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh
  7. Tidak menimbulkan rasa sakit pada saat penggantian pembalut karena tidak lengket
  8. Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali
Hasil riset di universitas tersebut juga membuktikan madu lebih effective dari antibiotic buatan manusia seperti silver sulfadiazine. 

Khasiatnya Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Sejalan dengan perkembangan dunia yang semakin canggih, dunia pengobatan juga semakin maju dibandingkan dengan cara pengobatan dahulu. Meskipun pengobatan modern terus tumbuh dan berkembang. Namun pengobatan yang sudah tersirat dalam al-Qur'an dan hadits masih tetap mengambil tempat di dalam kehidupan masyarakat Islam. 
Menurut Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Sabda Baginda :
Maksudnya : "Berobatlah, maka sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali Allah menyediakan baginya obat, kecuali satu penyakit, yaitu tua" ( Hadis riwayat Abu Daud.


Beberapa penellitian telah dilakukan terutama kepada bahan dasar alami dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Begitu juga dengan madu lebah karena dalam al-Quran sendiri telah menggariskan pelbagai pengajaran dan maklumat penjagaan diri terhadap berbagai macam penyakit, maupun kesehatan jasad atau rohani agar kita dapat mengerjakan segala perintah Allah dengan teratur.
Firman Allah dalam surah an-Nahl: (Surah An-NAhl: 69).
Tafsirnya: "Kemudian makanlah daripada setiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Daripada perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan."

 
Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam juga ada berpesan agar seseorang itu berobat dengan madu dan al-Qur'an, Baginda bersabda:
Maksudnya: "Ambillah / pergunakanlah olehmu sekalian akan dua obat penyembuh yaitu madu dan al-Qur'an." (Hadis riwayat Ibnu Majah.


Didalam hadits tersebut ternyata madu mempunyai keistimewaan yang tersendiri dengan nilai-nilai utama dalam ilmu kesehatan, yang mempunyai zat-zat besi dan vitamin yang kuat. Di samping itu madu juga dianggap penting kerana memenuhi keperluan tubuh dan cepat memberi tenaga. 

Mereka yang mengetahui akan khasiat madu akan menggunakannya secara rutin, hal ini bukan hanya teori tetapi telah dibuktikan dalam beberapa kajian yang telah dilakukan di mana jika diamalkan setiap hari akan mencegah berbagai macam penyakit dan memberi tenaga yang cukup. 

Di samping itu madu juga seringkali digunakan untuk sampingan sarapan pagi agar tenaga segera siap digunakan dalam menjalankan kerja harian. Madu juga memiliki aroma enak yang meningkatkan selera, seperti Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam juga mengamalkannya. Diperkuatkan dengan hadits baginda yang berbunyi:
Maksudnya: "Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menjilat madu sebanyak tiga kali pagi pada setiap bulan, maka dia tidak akan terkena cobaan yang besar." 


Di samping itu dengan memakan madu juga dapat menyembuhkan batuk-batuk yang menganggu dan dapat mencegah kekejangan pada otot tubuh khususnya pada bagian kaki. Dalam pengobatan tradisional, madu telah dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka-luka terbakar pada kulit. Jika diusapkan madu akan dapat mengurangi rasa sakit yang menyengat dan mencegah pembentukan lepuh (mengelupas) dan cepat sekali menyembuhkan daerah yang terbakar. Di samping itu banyak lagi penyakit yang dapat disembukan misalnya hidung tersumbat, anak yang suka kencing malam (ngompol) dan cocok untuk bayi yang baru lahir. 

Dalam al-Qur'an, hadits-hadits yang disebutkan dan amalan pengobatan tradisional, madu mempunyai keistimewaannya tersendiri. Adalah menjadi suatu amalan yang baik menjadikan madu sebagai obat dan mencegah berbagai penyakit serta menjaga kesehatan.


#GaleryDunia, SariBunga
Madu adalah salah satu bahan pemanis alami yang di hasilkan oleh lebah madu,karena tidak semua lebah yang bisa menghasilkan madu,rasanya lebih manis dari gula dan sudah tentu manfaatnya banyak sekali bagi tubuh bila di konsumsi tiap hari,selain itu madu juga bisa jadi obat untuk penyakit tertentu,madu juga bisa di olah untuk pencampur makanan,kosmetik dan juga sebagai bumbu masakan terutama bagi yang suka sekali dengan rasa manis,dan madu ini juga tidak berbahaya bagi anak-anak yang masih di bawah umur,malah sebaliknya konon katanya di anjurkan kepada ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memberikan madu kepada sang bayi yang baru di lahirkan sebelum sang bayi tersebut menerima ASI untuk yang pertama kalinya dengan cara di oleskan di bibir si bayi,selain baik fungsi olesan di bibir si bayi tadi yang konon katanya sampai dewasa nanti si bayi akan di sukai tutur katanya dan bibir si bayipun akan terus memerah / mempesona bagi setiap orang yang memandangnya,jadi mulai sekarang mulailah menyediakan dan mengkonsumsi madu sesering mungkin. - See more at: http://www.gallerydunia.com/2011/02/kupas-tuntas-madu-dan-lebah.html#sthash.lB25xLff.dpuf
Madu adalah salah satu bahan pemanis alami yang di hasilkan oleh lebah madu,karena tidak semua lebah yang bisa menghasilkan madu,rasanya lebih manis dari gula dan sudah tentu manfaatnya banyak sekali bagi tubuh bila di konsumsi tiap hari,selain itu madu juga bisa jadi obat untuk penyakit tertentu,madu juga bisa di olah untuk pencampur makanan,kosmetik dan juga sebagai bumbu masakan terutama bagi yang suka sekali dengan rasa manis,dan madu ini juga tidak berbahaya bagi anak-anak yang masih di bawah umur,malah sebaliknya konon katanya di anjurkan kepada ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memberikan madu kepada sang bayi yang baru di lahirkan sebelum sang bayi tersebut menerima ASI untuk yang pertama kalinya dengan cara di oleskan di bibir si bayi,selain baik fungsi olesan di bibir si bayi tadi yang konon katanya sampai dewasa nanti si bayi akan di sukai tutur katanya dan bibir si bayipun akan terus memerah / mempesona bagi setiap orang yang memandangnya,jadi mulai sekarang mulailah menyediakan dan mengkonsumsi madu sesering mungkin. - See more at: http://www.gallerydunia.com/2011/02/kupas-tuntas-madu-dan-lebah.html#sthash.lB25xLff.dpuf
Madu adalah salah satu bahan pemanis alami yang di hasilkan oleh lebah madu,karena tidak semua lebah yang bisa menghasilkan madu,rasanya lebih manis dari gula dan sudah tentu manfaatnya banyak sekali bagi tubuh bila di konsumsi tiap hari,selain itu madu juga bisa jadi obat untuk penyakit tertentu,madu juga bisa di olah untuk pencampur makanan,kosmetik dan juga sebagai bumbu masakan terutama bagi yang suka sekali dengan rasa manis,dan madu ini juga tidak berbahaya bagi anak-anak yang masih di bawah umur,malah sebaliknya konon katanya di anjurkan kepada ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memberikan madu kepada sang bayi yang baru di lahirkan sebelum sang bayi tersebut menerima ASI untuk yang pertama kalinya dengan cara di oleskan di bibir si bayi,selain baik fungsi olesan di bibir si bayi tadi yang konon katanya sampai dewasa nanti si bayi akan di sukai tutur katanya dan bibir si bayipun akan terus memerah / mempesona bagi setiap orang yang memandangnya,jadi mulai sekarang mulailah menyediakan dan mengkonsumsi madu sesering mungkin. - See more at: http://www.gallerydunia.com/2011/02/kupas-tuntas-madu-dan-lebah.html#sthash.lB25xLff.dpuf

06 Maret 2013

GANJA ACEH DAN DUNIA MEDIS

KABAR tanaman Khat dilabelkan dalam golongan Narkoba sontak membuat geger masyarakat lantaran tanaman yang biasa disebut teh Arab ini mengandung zat Katinona. Tanaman Khat menjadi buah bibir sejak mencuatnya kasus narkoba yang melibatkan artis Jakarta, sebelumnya tidak disangka-sangka jika daun dari tanaman ini bakal masuk dalam narkoba golongan I, sama seperti ganja.
Bicara masalah Ganja, UNODC (United Nation on Drug and Crimes) memposisikan Indonesia adalah salah satu negara penyuplai ganja terbesar di wilayah Asia Tenggara. Sementara wilayah Indonesia yang identik dengan tanaman ganja adalah Provinsi Aceh.
Selain Thailand, diperkirakan Aceh memiliki ladang ganja terbesar di Asia Tenggara yang tersebar di hutan-hutan, mulai dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Besar hingga Kabupaten Bireuen. Luasnya tanaman ganja di Aceh membuat Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar menargetkan Aceh terbebas dari tanaman ganja pada tahun 2015 (majalah Sinar BNN, edisi 4/2010).
Struktur tanah yang subur di Aceh dan curah hujan yang tinggi memungkinkan pertumbuhan tanaman Cannabis Sativa, nama lain dari ganja sulit terbendung. Tanaman ini awalnya hanya berfungsi sebagai penyedap masakan untuk gulai kambing, dodol Aceh, mie Aceh, kopi Aceh dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Kelihaian orang Aceh meracik masakan dengan penyedap dari ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh pernah identik dengan tanaman terlarang ini.
Menurut sejarah, tanaman ganja masuk ke wilayah Aceh sejak abad ke-19 dari India. Ketika itu, Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo dan menggunakan ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi. Sejak itu, tanaman Cannabis tumbuh dan menyebar diberbagai wilayah di Aceh. Sementara di India, biji ganja disantap sebagai makanan ringan karena ternyata bijinya mengandung 20-25 persen protein. Ganja atau Cannabis sebenarnya jenis tanaman liar, namun tidak bisa tumbuh pada sembarang jenis tanah. Tumbuhan ini hanya cocok tumbuh pada karakter tanah di Aceh, Thailand, dan Cina. Karakter tanah di wilayah Eropa, Amerika dan Afrika tidak memungkinkan tanaman Cannabis tumbuh subur, kecuali dengan sentuhan teknologi.
Ganja dalam Dunia Medis
Tanaman ganja sejak dahulu ketika pertama kali ditemukan di Cina pada tahun 2737 SM berfungsi sebagai pengobatan. Pada masa kekaisaran Shen Neng di Cina, ganja diracik sebagai minuman sejenis teh dan digunakan untuk obat malaria, beri-beri dan rematik. Berbagai penyakit yang diterapi hingga sembuh dengan menggunakan ganja ketika itu mulai dari penyakit rematik, hingga sakit perut. Selain itu untuk pengobatan, masyarakat Cina kuno memanfaatkan ganja untuk bahan tenun pakaian, dan acara ritual keagamaan seperti upacara kematian dan memuja dewa.
Tanaman ganja berada dalam famili Cannabaceae. Genus Cannabis (ganja) memiliki 15 jenis spesies lain di Indonesia, seperti Cannabis intersita, Cannabis altissima, Cannabis ericana, Cannabis chinensis, Cannabis arratica, Cannabis foetens, Cannabis frondosa, Cannabis generalis, Cannabis gigantea, Cannabis jamaicensis, Cannabis kafiristanica, Cannabis lupulus, Cannabis macrosperma, dan Cannabis ruderalis. Sementara diluar negeri, masih ada 13 jenis ganja lainnya. Cannabis Sativa adalah jenis ganja yang banyak beredar dalam pasar gelap di Indonesia, selain Cannabis altissima dan Cannabis chinensi. (Bowo Nurcahyo, 2010).
Pada beberapa negara, ganja digunakan untuk keperluan industri dan medis. Misalnya di Inggris yang memiliki lembaga Marijuana Center, lembaga yang melakukan penelitian tanaman untuk keperluaan medis dan farmasi. Berbagai hasil penelitian lembaga ini menetapkan bahwa mariyuana dapat menjadi obat yang ampuh. Misalnya, seseorang yang menderita lumpuh dapat disembuhkan dengan menggunakan mariyuana sebagai alat terapi dan berhasil sembuh kembali seperti sedia kala dan mengembalikan daya ingat yang tinggi dan tidak mengalami impoten.
Sementara di Kanada, pemerintah setempat berencana melegalkan ganja dan obat-obatan lainnya untuk kebutuhan farmasi. Banyak pasien melaporkan bahwa ganja mengurangi rasa mual pada penderita AIDS dan penyakit lainnya sehingga mendorong pemerintah Kanada melakukan legalisasi terhadap ganja. Pemerintah Kanada mulai mengizinkan ganja dengan resep dokter pada apotik-apotik di negara tersebut. Dalam satu ons, ganja dijual sekitar $ 113 kemudian dikirim kepada pasien atau dokter yang membutuhkan melalui kurir.
Ganja yang digunakan untuk keperluan tersebut adalah ganja jenis Hemp, sementara ganja jenis Cannabis dinyatakan terlarang. Penyebab ganja menjadi terlarang karena berpotensi disalahgunakan kandungan zat THZ yang bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk. Namun bila dikontrol kualitas dan kadarnya dengan proses yang benar, sebenarnya kadar zat THZ tidak membahayakan. Komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THZ terdiri dari Delta-9-THZ dan Delta-8-THZ serta 61 unsur kimia lagi yang sejenis dan lebih 400 bahan kimia lainnya yang beracun. Delta-9-THZ mempunyai efek mempengaruhi otak manusia hingga menjalar pada pola pikir melalui organ penglihatan dan pendengaran dan berefek pada suasana hati penggunanya.
Pada daun dan biji yang mengandung Delta-9-THZ diyakini para ahli medis memiliki kandungan yang dapat menjadi obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit tumor dan kanker. Sementara akar dan batang bisa dibuat ramuan jamu untuk menyembuhkan penyakit disentri, antrax, asma, keracunan darah, batuk, diare, bronchitis, luka bakar, kejang perut, dan lain-lain. Dalam dunia kedokteran, kandungan kimia dalam tanaman Cannabis bisa membantu penyembuhan penyakit didalam tubuh seperti antispasmodicanodyne (penenang), tonic (penguat), intoxicant (racun keras), analgesic dan stomachic. (penghilang rasa sakit).
Pecandu ganja memiliki risiko terkena schizophrenia, suatu gejala paranoid yang dapat menyebabkan seseorang sakit jiwa. Hal ini berdasarkan hasil penelitian para ahli di Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggeris. Ciri-ciri orang yang terkena schizophrenia adalah mudah panik, mengalami depresi, merasa ketakutan, kebingungan dan sering berhalusinasi. Bagi perempuan yang sudah berkeluarga, ganja dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.
Serat tanaman ganja yang disebut hemp memiliki keunggulan dibanding serat kapas. Tanaman hemp bisa diproduksi untuk keperluan tekstil, kertas, lapisan rem dan kopling hingga tali. Konon, tanaman hemp digunakan Amerika Serikat pada Perang Dunia II untuk tali kapal bagi para tentara angkatan lautnya. Serat ganja juga memiliki kandungan yang bisa menjadi bahan minyak bakar. Kandungan minyaknya aman dan berbeda dengan minyak olahan dari kelapa sawit.
Dalam kajian ilmiah tentang tanaman ganja, mulai dari batang, biji hingga daun memiliki manfaat bagi dunia kesehatan untuk terapi medis. Batang ganja dapat digunakan sebagai bahan baku kertas yang memiliki kualitas lebih bagus dari kayu. Perbandingannya: pada batang ganja terkandung sellulose 85 persen dan rendah lignin 5 persen, sementara pada kayu memiliki kandungan sellulose 50 persen dan tinggi lignin 34 persen. Batang tanaman ganja juga digunakan untuk pembuatan tekstil. 
Calvin Klein (CK) Garmen menghasilkan pakaian dari tanaman ganja karena dapat menyerap 95 persen radiasi sinar ultra violet. Selain kertas dan tekstil, batang ganja juga dapat menjadi minyak bakar kendaraan. Mobil Henry Ford pertama dijalankan dengan minyak ganja. Tanaman ganja dalam 1 hektar dapat menghasilkan 1.000 galon methanol. Sementara pada biji ganja dapat dijadikan suplemen nutrisi yang mengandung omega 3 EFA yang berfungsi mengoreksi secara cepat defesiensi Omega-3 dalam tubuh. Sedang daun ganja berguna untuk penyuplai industry farmasi sebagai obat antikanker, anti glaucoma, obesitas dan sebagainya.
Sangat disayangkan bila Aceh yang memiliki potensi besar penghasil ganja apabila dimusnahkan begitu saja. Pemerintah Aceh dapat menjadikan ganja sebagai produk andalan untuk keperluan industri dan medis. Karena itu, tugas pemerintah Aceh melokalisir ladang ganja agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab karena sesungguhnya ganja dapat “dibenargunakan” untuk keperluan medis dan industri farmasi.

*Fatmah Afrianty Gobel | Dosen Kesmas, Alumnus Pascasarjana FKM UI Jakarta.



Sumber: ACW

HUTAN KOTA

Contoh Site Plan Pembangunan Hutan Kota
Hadirnya Mahkota Hijau (nama hutan kota UI) di kawasan kampus UI Depok, paling tidak ada tiga stakeholder atau pihak yang kepentingan yang ikut berkiprah di dalam proses pembangunannya. Pertama adalah Institusi yang memiliki embanan tugas untuk melaksanakan pembangunan hutan kota, yaitu Dinas Pertanian dan kehutanan DKI Jakarta. Kedua adalah institusi pemilik kawasan yaitu Universitas Indonesia yang telah menyisihkan sebagaian lahannya, dan Ketiga adalah fihak-pihak perorangan, dan atau profesi, serta Lembaga Swadaya Masyarakat, Kelompok Mahasiswa, Pemuda/pelajar, Pramuka dan lainnya yang peduli terhadap kehadiran pembangunan kawasan kampus.
Keikutsertaan ketiga pihak berkepentingan tersebut, selain memiliki keinginan luhur untuk mewujudkan pembangunan hutan kota, juga ingin berkomunikasi, maupun berkoordinasi dalam hal informasi yang erat kaitannya dengan (a) perkembangan pembangunan Mahkota Hijau, (b) manfaat hijauan kampus, (c) sejauhmana pihak-pihak terkait lain ikut berpartisipasi, dan (d) hasil-hasil kajian atau riset atas peranan fungsi hutan kota sebagai salah satu bentuk pengendalian lingkungan fisik kritis perkotaan, serta atas jasajasanya sebagai penyangga lingkungan pendidikan tinggi.
Bahkan lebih menarik untuk diungkap, atas keinginan pengelola untuk mensosialisasikan hutan kota, baik kepada masyarakat secara luas, maupun kepada pengelola daerah khususnya di wilayah perkotaan. Berbagai bentuk informasi dimaksud, meliputi paparan visual melihat dari dekat hasil-hasil pembangunan hutan kota, maupun dalam bentuk suluhan (penyuluhan) atas jasa-jasa kehadiran pembangunan hutan di wilayah perkotaan.

Hutan Kota Dalam Kancah Pembangunan
Hutan dan kota, adalah dua kutub isu yang selalu menggelitik di dalam fenomena pembangunan dewasa ini, karena hutan mempunyai ekspresi kearah konservasi, sedangkan kota ekspresinya berupa ekspansi. Keduanya ternyata merentangkan benang merah dalam pembangunan yang berkesinambungan, antara jawaban atas tututan dan tantangan ruang dan waktu yang dihadapi.
Aspek strategis pembangunan Mahkota Hijau, secara konseptual memberikan pengertian atas aspek konservasi dan rehabilitasi lahan. Konservasi memberikan pengertian atas upaya penyelamatan, pelestarian, dan pemanfaatan optimal secara terkendali dan berkelanjutan, atas dasar peranan fungsi jasa bio-eko-hidrologis pepohonan hutan kota. Rehabilitasi lahan, merupakan upaya pemulihan lahan, melalui peningkatan dan atau perbaikan mutu peranan fungsi jasa hutan kota, agar terciptanya keseimbangan yang berarti dalam mengatasi fenomena lingkungan fisik kritis perkotaan.
Membangun kawasan hutan kota, memiliki pengertian mendayagunakan sumberdaya lahan (tapak) menjadi lebih potensial atas jasa-jasanya, bahkan manfaat sesuai dengan peranan fungsinya. Berdasarkan kaidah-kaidah konservasi, pengembangan jenis sesuai kondisi tapaknya, merupakan cara-cara yang harus ditempuh, karena keberhasilan pembangunan hutan kota, sangat ditentukan oleh strategi dan aplikasi pelaksanaannya, termasuk pemrakarsa dana oleh para stakeholder.
Mencermati atas pentingnya peranan fungsi jasa bio-eko-hidrologis pepohonan, memiliki kemampuan sebagai pengendali lingkungan fisik kritris perkotaan, penopang lingkungan pendidikan, tampaknya sosialisasi arti pentingnya peranan fungsi hutan kota, menjadi strategis kedudukannya dalam kancah keseimbangan pembangunan berwawasan lingkungan hidup, khususnya di lingkungan kampus.

Aspek Strategis Pembangunan Hutan Kota
Aspek strategis pembangunan hutan kota, pada dasarnya berbeda dengan bentuk kriteria kawasan hijau lainnya, karena hutan kota dicirikan oleh kriteria yang harus dipenuhi antara lain;

  1.  mempunyai luas minimal yaitu 0,25 ha,
  2. bentuk tegakannya vegetasi berkayu, beserta tumbuhan bawah, hingga membentuk satuan ekologik terkecil, serta memberikan kesan padang dan kenyamanan lingkungan,
  3.  terbentuknya pelapisan tajuk (strata), yang mencerminkan dinamika pertumbuhan hutan secara alami,
  4. mampu menyumbangkan atas peranan fungsi dan jasanya, serta mampu sebagai daya dukung mintakat kehidupan satwa liar.
Selain persyaratan hutan kota, bentuk kawasannya juga menjadi aspek strategis yang harus dipenuhi. Berdasarkan potensi, fungsi dan pengelolaanya, kawasan hijau di DKI Jakarta, dibedakan berdasarkan fungsi sebagai:
  1. kawasan hijau konservasi, untuk keseimbangan tanah dan air,
  2. kawasan hijau lingkungan industri, untuk melindungi masyarakat dari gangguan-gangguan polusi,
  3. kawasan hijau permukiman, untuk menjamin kenyamanan dan kesegaran lingkungannya,
  4. kawasan hijau koleksi untuk maksud-maksud tujuan serba guna, tumbuhan langka dan unik yang secara keseluruhan merupakan bagian dari kriteria bentuk kawasan hijau perkotaan.
Dalam kaitannya dengan lingkungan fisik kritis perkotaan, jasa ekologis pembangunan hutan-hutan kota menjadi strategis kedudukannya di DKI Jakarta. Meningkatnya kutub-kutub panas kota, dengan berbagai macam jenis cemarannya; pesat dan dratisnya penurunan airtanah dangkal yang diimbangi dengan semakin luasnya susupan (instrusi) air laut, serta meningkatnya jumlah limbah baik padatan maupun cairan yang cenderung menjadikan masyarakat lingkungan kampus merasa kurang nyaman. Dalam pada itu, jasa biologis komunitas pepohonan dalam bentuk hutan kota, diyakini oleh para ilmuwan (akhli biologis dan lingkungan), mampu mengendalikan dan melerai segala bentuk penyebab lingkungan fisik kritis perkotaan.
Hubungan timbal balik (saling interaksi) dalam suatu proses ekosistem, pada hakekatnya berawal dari tumbuhan yang mengandung hijau daun (khlorofil). Melalui perantaran khlorofil dan bantuan sinar matahari, tumbuhan mampu mengubah zat karbon dioksida (CO2) dari udara, air dari dalam tanah, dan menjadi karbohidarat (C6 H12 O6), ditambah dengan oksigen (O2), yang dikenal dengan proses fotosintesis. Proses fotosintesis (reduksi) merupakan proses yang paling menonjol di muka bumi ini, karena hampir semua jasad hidup akhirnya terbentuk melalui deretan reaksi biokomia. Satu hal yang paling esensial dari proses kimia tersebut, selain menghasilkan karbohidrat juga oksigen yang berfungsi dalam proses pernapasan (respirasi) bagi semua makluk hidup.
Potensi hutan kota dengan berbagai jenis tumbuhan, merupakan habitat dan sangtuari kehidupan satwa liar seperti burung, mamalia terbang, binatang melata dan beberapa jenis lainnya. Selain sebagai penyedia sumber pakan, juga merupakan wahana terjadinya matarantai makanan bagi kehidupan satwa liar. Dengan demikian pengertian satuan ekologik terkecil dalam batasan hutan kota menjadi jelas sebagai persyaratan yang harus dipenuhi, karena peranan fungsi ekosistemnya. Dalam siklus hidrologi, vegetasi dapat berperan dalam pengen-dalian air melalui proses infiltrasi, perkolasi melalui sistem perakaran pepohonan, hingga terjaminnya pelestarian air tanah dalam (ground water) yang sangat esensial dalam pengaturan secara alamiah. Pada musim hujan besaran laju limpasan air dapat dikendalikan oleh jajaran pepohonan yang rapat, hingga luapan air akan tercegah, namun sebaliknya pada musim kemarau potensi air tanah yang tersedia dapat menjamin lajunya debit aliran sungai yang bermanfaat bagi kepentingan hidup biota perairan.
Lingkungan kampus yang “risau” dengan lalu-lalang kendaraan bermotor dengan segala jenis emisi polutan, bising karena lintasan kereta api, sering menyebabkan masyarakat kampus “merasa penat” dan merindukan kenyamanan lingkungan dengan alam terbuka. Demikian halnya dengan berkurangnya rasa kenyamanan sebagai akibat meningkatnya suhu udara sebagai akibat banyaknya jalan beraspal, betonan, bangunan bertingkat dan berdinding kaca, papan reklame, menara, dan antene pemancar. Hadirnya kawasan hijau kampus atas jasa bio-ekologis penutupan vegetasinya mampu memodifikasi iklim mikro.
Melalui uraian atas keinginan masyarakat kampus terhadap kawasan hijau, pada hakekatnya merupakan modal dasar keperdulian terhadap kehadiran Mahkota Hijau, sebagai penyangga lingkungan aktivitasnya. Untuk itu, persepsi dan sambutan masyarakat terhadap Obsesi Kampus yang “Teduh, Nyaman dan Ramah lingkungan”, tampaknya telah dinantikan dan disambut, karena jasa-jasanya yang tidak dapat disubstitusi dengan bentuk apapun.

Peranan Sosialisasi Pembangunan Hutan Kota
Uraian di muka menyebutkan bahwa sosialisasi pembangunan Mahkota Hijau menjadi strategis kedudukannya untuk disampaikan kepada masyarakat luas di lingkungan kampus. Urgensi sosialisasi tersebut, karena hutan kota di Indonesia merupakan hal yang baru, dan baru dicetuskan sejak tahun 1978 pada saat Indonesia (Jakarta) menjadi tuan rumah kongres kehutanan sedunia. Di sisi lain pada saat itu juga Kota Jakarta menerima gelar Jakarta Sebagai Kota Tropis Dunia.
Secara ideologik, hadirnya pembangunan hutan kota di DKI Jakarta, dituntut secara nasional, karena gelar yang disandangnya. Selain gelar sebagai kota tropis dunia, Jakarta juga memiliki gelah sebagai Ibukota Negara dan kota Metropolitan. Mencermati gelar metropolitan dan ibukota negara, sebenarnya Jakarta memerlukan hamparan taman yang indah dan bukan dalam bentuk hutan. Akan tetapi tuntutan baik secara ideologik maupun peranan fungsi kawasan hijau, serta kondisi fisik wilayah Jakartai, tampaknya hanyalah hijauan dalam bentuk hutan yang dinilai mampu mengendalikan lingkungan fisik kritis perkotaan, karena jasa bio-eko-hidrologisnya.
Atas dasar itulah pentingnya mengkomunikasikan peranan fungsi jasa hutan kota terhadap keseimbangan lingkungan alam perkotaan. Selain jasa dan peranan fungsi hutan kota, juga perlunya memacu terhadap kesadaran institusi baik di lingkungan pemerintah maupun swasta untuk ikut berperan aktif dalam pembangunanya. 
Pentingnya koordinasi antar pengelola hutan kota, juga menjadi tuntutan berikutnya. Agar makna dan tujuan pengembangan hutan kota memiliki persepsi positif di kalangan masyarakat. Dalam pada itu, sosialisasi pembangunan hutan kota juga dituntut untuk menyampaikan kepada masyarakat secara langsung atas jasa-jasanya. agar persepsi semua pihak terhadap kehadiran hutan kota dapat dipahami urgensinya.

17 Oktober 2012

KUALITAS LINGKUNGAN



      Dalam era industrilisasi yang disertai dengan globalisasi dewasa ini di beberapa negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Isu kualitas lingkungan hidup menjadi suatu permasalahan nasional yang perlu dicari jalan pemecahannya.  Kulitas lingkungan yang menurun disuatu negara akan sangat berpengaruh terhadap produk. Produk yang dihasilkan negara yang bersangkutan. Pengaruh yang erat hubungannya dengan penururannya kualitas lingkungan ialah produk pertanian, peternakan dan perikanan sehingga daya saling untuk keperluan ekspor di pasar internasional menjadi menurun. Selain itu, kualitas kesehatan penduduk yang tinggal di daerah lingkungan yang tercemar akan menjadi buruk dan berdampak pada menurunnya daya kreativitas penduduk.
Selain itu beberapa komponen yang sangat erat dalam kehidupan kita ialah udara yang kita hisap setiap saat dan air yang kita minum setiap hari. Udara dan air yang bersih sangat diperlukan untuk kesehatan sehingga dapat menunjang aktivitas kita untuk berkreasi dan menghasilkan hal yang positif. Tetapi sebaliknya, bila ada komponen utama tersebut tercemar, maka pencemarannya akan menimbulkan perubahan terhadap kualitas kehidupan kita begitu pula daya tahan tubuh terhadap infeksi penyakit.

Pengertian dari lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar atau sekitar mahluk hidup. Para ahli lingkungan memberikan definisi bahwa lingkungan (enviroment atau habitat) adalah suatu sistem yang kompleks dimana berbagai faktor berpengaruh timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat tumbuh-tumbuhan. Menurut Ensiklopedia Kehutanan menyebutkan bahwa Lingkungan adalah jumlah total dari faktor-faktor non genetik yang mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi pohon. Ini mencakup hal yang sangat luas, seperti tanah, kelembaban, cuaca, pengaruh hama dan penyakit, dan kadang-kadang intervensi manusia.
Kepentingan atau pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap masyakat tumbuhan berbeda-beda pada saat yang berlainan. Suatu faktor atau beberapa faktor dikatakan penting apabila pada suatu waktu tertentu faktor atau faktor-faktor itu sangat mempengaruhi hidup dan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan, karena dapat pada taraf minimal, maximal atau optimal, menurut batas-batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan atau masyarakat masing-masing.
Lingkungan terbagi 2 yaitu Biotik dan Abiotik dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komponen biotik (komponen makhluk hidup), misalnya binatang, tetumbuhan, dan mikroba.
2. Komponen abiotik (komponen benda mati), misalnya air, udara, tanah, dan energi.
Berdasarkan segi trofik atau nutrisi, maka komponen biotik dalam ekosistem terdiri atas dua jenis sebagai berikut:
1. Komponen autotrofik (autotrophic). Kata autotrofik berasal dari kata autos artinya sendiri, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Kumponen autotrofik, yaitu organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri berupa bahan organik berasal dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan klorofil dan energi utama berupa radiasi matahari. Oleh karena itu, organisme yang mengandung klorofil termasuk ke dalam golongan autotrof dan pnda umumnya adalah golongan tetumbuhan. Pada komponen nutrofik terjadi pengikatan energi radiasi matahari dan sintesis Imhan anorganik menjadi bahan organik kompleks.
2. Komponen heterotrofik (heterotrofhic). Kata heterotrof berasal dari kata hetero artinya berbeda atau lain, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Komponen heterotrofik, yaitu organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik sebagai bahan makanannya, sedangkan bahan organik yang dimanfaatkan itu disediakan oleh organisme lain. Jadi, komponen heterotrofit memperoleh bahan makanan dari komponen autotrofik, kemudian sebagian anggota komponen ini menguraikan bahan organik kompleks ke dalam bentuk bahan anorganik yang sederhana dengan demikian, binatang, jamur, jasad renik termasuk ke dalam golongan komponen heterotrofik.

Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan yang tercemar akibat kegiatan manusia maupun proses alam akan berdampak negatif pada kesehatan, kenikmatan hidup, kemudahan, efisiensi, keindahan, serta keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam. Oleh karena itu perlindungan lingkungan merupakan suatu keharusan apabila meninginkan lingkungan yang lestari sehingga kegiatan ekonomi dan kegiatan lain dapat berkesinambungan. Apabila demikian halnya maka pengelolaan lingkungan hidup merupakan suatu keharusan. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.
Pengelolaan lingkungan hidup bertujuan :
1. Memperoleh keselamatan hubungan antara manusia dan lingkungan.
2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
3. Mewujudkan manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup.
4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan hidup untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.
5. Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan penaggulangan dampak negatif kegiatan manusia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan. Dengan telah ditentukannya tujuan pengelolaan lingkungan hidup maka tugas selanjutnya ialah menetukan strategi, kebijaksanaan dan langkah/ taktik pengelolaan lingkungan hidup. Strategi dalam hal ini adalah haluan dalam garis besar sedang kebijaksanaan adalah upaya atau tindakan umum untuk mencapai tujuan, langkah atau taktik adalah upaya terinci untuk mencapai tujuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Perlindungan lingkungan yang bertujuan memperoleh kualitas lingkungan yang baik, baik sekarang maupun yang akan datang, memerlukan usaha yang sungguh-sungguh terutama dalam hal :
1. Inventarisasi situasi lingkungan sekarang
2. Lembaga serta organisasi yang khusus menangani masalah lingkungan baik di pusat maupun di daerah terutama menentukan penyimpangan, denda, kepada siapa denda harus dibayar, serta yang membuat laporan tahunan situasi kualitas lingkungan per tahun.
3. Cara penyelesaian soal secara ilmiah, terencana dan politis.
4. Evaluasi terus-menerus terhadap program-program lingkungan serta persyaratan-persyaratan pembangunan proyek-proyek yang harus memenuhi atau mengajukan laporan, selain dampak sosial ekonomis proyek, juga dampak proyek pada lingkungan hidup.
Berbagai kebijaksanaan yang baik untuk mengelola lingkungan hidup dapat ditempuh  dan ditujukan pada keadaan udara, air, tanah serta segala racun di dalam lingkungan.

Kualitas Lingkungan Hidup
Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Perbincangan tentang lingkungan pada dasarnya adalah perbincangan tentang mutu lingkungan. Namun dalam perbincangan itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidak jelas. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan misalnya pencemaran, erosi, dan banjir. Apa yang dimaksud dengan kualitas lingkungan?
Secara sederhana kualitas lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah. Kualitas lingkungan itu dicirikan antara lain dari suasana yang membuat orang betah/kerasan tinggal ditempatnya sendiri. Berbagai keperluan hidup terpenuhi dari kebutuhan dasar/fisik seperti makan minum, perumahan sampai kebutuhan rohani/spiritual seperti pendidikan, rasa aman, ibadah dan sebagainya.
Kualitas lingkungan hidup dibedakan berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan budaya yaitu :
1. Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen biotik merupakan makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia, sedangkan komponen abiotik terdiri dari benda-benda mati seperti tanah, air, udara, cahaya matahari. Kualitas lingkungan biofisik dikatakan baik jika interaksi antar komponen berlangsung seimbang.
2. Lingkungan sosial ekonomi, adalah lingkungan manusia dalam hubungan dengan sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Standar kualitas lingkungan sosial ekonomi dikatakan baik jika kehidupan manusia cukup sandang, pangan, papan, pendidikan dan kebutuhan lainnya.
3. Lingkungan budaya adalah segala kondisi, baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan kreatifitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan, peralatan, pakaian, senjata. Dan juga termasuk non materi seperti tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik dan sebagainya. Standar kualitas lingkungan diartikan baik jika di lingkungan tersebut dapat memberikan rasa aman, sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan mengembangkan sistem budayanya.

Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia
Indonesia adalah sebuah negara tropis yang kaya akan sumber daya alam. Melimpah ruahnya sumber daya alam Indonesia sudah sangat terkenal sejak zaman dulu. Penjajahan yang terjadi di tanah air tercinta ini pun awalnya adalah perebutan akan potensi sumber daya alam ini. Secara alami, kehidupan ini memang merupakan hubungan yang terjadi timbal balik antara sumber daya manusia dan sumber daya alam (baik yang dapat diperbaharui atau pun tidak). Hubungan timbal balik tersebut pada akhirnya adalah penentu laju pembangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi dan menentukan perkembangan pembangunan adalah lingkungan sosial (jumlah, kepadatan, persebaran, dan kualitas penduduk), dan pengaruh kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, teknologi, dan sebagainya.
Sekian lama terkenalnya Indonesia sebagai negara subur makmur dengan kondisi alam yang sangat mendukung ditambah pula dengan potensi sumber daya mineral yang juga ternyata sangat melimpah ruah, ternyata Indonesia sampai saat ini hanya bisa menjadi negara berkembang, bukan negara maju. Banyak faktor yang kemudian menyebabkan Indonesia tidak kunjung menjadi negara maju. Salah satunya adalah pengelolaan negara yang tidak profesional termasuk dalam hal pengelolaan potensi alam. Bicara tentang potensi alam, erat kaitannya dengan manajemen eksplorasi dan manajemen pemberdayaan lingkungan hidupnya. Ekplorasi sumber daya alam maupun mineral seharusnya dapat pula diimbangi dengan menjaga kualitas lingkungan sekitar agar tetap terjaga seimbang. Hal ini penting agar kejadian-kejadian berupa bencana alam maupun pencemaran lingkungan dapat diminimalisir.
Pasal 28H Undang-Undang Dasar Tahun 1945 mengamanatkan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia. Artinya bahwa menjaga lingkungan hidup agar tetap baik dan sehat adalah sebuah kewajiban karena merupakan bagian dari hak asasi setiap warga negara Indonesia. Realitanya? Indonesia menjadi negara dengan laju deforestasi tercepat di seluruh dunia. Setiap menit area hutan setara dengan luas lima lapangan sepak bola dihancurkan sebagian besar untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit dan pulp and paper, atau rata-rata 1,8 juta hektar hutan per tahun. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai Negara penghasil emisi gas rumah kaca ketiga terbesar di dunia setelah China dan Amerika Serikat.  
Selain pembalakan liar di hutan-hutan Indonesia, kejahatan berupa pengrusakan alam juga terjadi pada bidang-bidang pertambangan. Pertambangan yang tidak berwawasan lingkungan bisa dengan mudah kita temui. Liat saja pertambangan batu bara, timah, minyak bumi dan emas, hampir semua kawasan tersebut akhirnya menjadi daerah dengan lingkungan yang rusak dan cemaran yang sulit ditanggulangi. Pengrusakan lingkungan juga dilakukan oleh banyak masyarakat kita yang pada akhirnya juga mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar. Buang sampah sembarangan, penggunaan bahan-bahan pestisida dan banyak lagi juga menyebabkan degradasi kualitas lingkungan semakin menjadi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam berbagai forum internasional menyatakan, Indonesia bertekad mengurangi emisi 26 persen tahun 2020 dengan upaya sendiri dan 41 persen apabila mendapat dukungan dari negara lain. Sebanyak 14 persen dari 26 persen itu berasal dari sektor kehutanan. Tetapi hingga saat ini belum ada aksi atau kebijakan nyata untuk mewujudkan komitmen itu. Presiden sebagai penanggung jawab pengelolaan negara seharusnya bisa dengan cepat mengambil langkah-langkah kongkret untuk menanggulangi segala bentuk pengrusakan lingkungan hidup. Aturan-aturan yang mendukung seharusnya segera ditegakan tanpa pandang bulu. Kalau perlu bentuk pula satgas mafia lingkungan hidup untuk mendukung penuntasan masalah-masalah yang ada. Aturan yang ada juga seharusnya berkaitan dengan pengaturan perilaku masyarakat. Masalah-masalah lingkungan hidup ini terkesan menjadi rahasia umum, banyak masalah, ada aturan namun minim tindakan.
Andai saja ke depan hal seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin isu lingkungan menjadi isu sensitif yang dapat pula dibawa ke ranah politik. Dalam politik apapun bias terjadi. Menggulingkan presiden atas dasar pelanggaran terhadap amanat dan penegakan undang-undang yang ada tentu bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Terakhir, melihat fakta-fakta di atas, terlalu naif kiranya jika hanya melimpahkan tanggung jawab menjaga kualitas lingkungan hidup hanya kepada pemerintah. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama untuk dapat pula menjaga lingkungan hidup sekitar kita mulai dengan mengerjakan hal-hal terkecil. Hal tersebut pasti akan sangat berdampak besar pada keseimbangan lingkungan hidup dan pencegahan terjadinya pencemaran maupun bencana alam yang lebih parah lagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...