02 Oktober 2012

ABSORPSI NUTRISI


Makanan Bernutrisi
Makanan, atas mana tubuh hidup, dengan kekecualian sejumlah kecil zat-zat seperti vitamin dan mineral, dapat diklasifikasikan sebagai karbohidrat, lemak dan protein. Akan tetapi, makanan ini umumnya tidak dapat diabsorpsi dalam bentuk alamiahnya melalui mukosa saluran pencernaan dan karena alasan tersebut ia tidak berguna sebagai zat gizi tanpa mengalami proses pencernaan terlebih dahulu.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita banyak menemui zat-zat gizi/kimia yang berhubungan dengan kita, bahkan kita sebagai manusia banyak menggunakan zat kimia dalam berbagai kebutuhan, hal tersebut tidak terlepas dari bahwa kita sendiripun merupakan organisme yang terbangun asam senyawa-senyawa yang terbentuk menjadi sebuah sehingga dapat bekerja.
Dalam tubuh kita banyak terkandung senyawa-senyawa kimia yang merupakan salah satu faktor dalam mendukung keberlangsungan kehidupan. Salah satu senyawa penting dalam tubuh kita adalah nutrisi. Nutrisi merupakan  substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh.
   
Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang diikuti dengan pelarutan. Kelarutan gas yang akan diserap dapat disebabkan hanya oleh gaya-gaya fisik (pada absorpsi fisik) atau selain gaya tersebut juga oleh ikatan kimia (pada absorpsi kimia). Komponen gas yang dapat mengadakan ikatan kimia akan dilarutkan lebih dahulu dan juga dengan kecepatan yang lebih tinggi. Absorpsi merupakan  salah satu operasi pemisahan dalam industri kimia dimana campuran gas dikontakkan dengan suatu cairan penyerap yang sesuai, sehingga satu atau lebih komponen dalam campuran gas larut dalam cairan penyerap.
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses-proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi reaksi dan keseimbangan yang barhubungan dengan kesehatan dan penyakit. Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh.
Sistem yang berperan dalam pemenuhan nutrisi adalah sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai anus. Sedangkan organ asesoris terdiri atas hati, kantong empedu dan pankreas. Ketiga organ ini membantu terlaksananya sistem pencernaan makanan secara kimiawi.

Metabolisme Nutrisi dalam Tubuh
Istilah metabolisme, berasal dari bahasa Yunani, berarti perubahan atau transformasi. Hal ini terkait dengan berbagai proses dalam tubuh yang mengubah makanan dan zat lain menjadi energi dan produk sampingan metabolik lain yang digunakan oleh tubuh. Ini adalah fungsi yang diperlukan yang memungkinkan tubuh kita untuk menggunakan makanan dan sumber daya lain untuk mempertahankan bagian-bagian kerja, memperbaiki kerusakan, menyembuhkan luka dan membersihkan tubuh dari racun.
Metabolisme membantu dalam fungsi pencernaan serta penyerapan nutrisi. Hal ini paling terpengaruh oleh nutrisi, hidrasi dan aktivitas fisik. Masing-masing item ini merupakan aspek penting kesehatan metabolisme yang optimal. Ketika salah satu kurang, maka berkurang pula tingkat metabolisme. Akibatnya, kesehatan pun akan berpengaruh.
Di dalam tubuh selain akan berperan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme, glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh, glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa akan menyediakan hampir 50-75% dari total kebutuhan energi tubuh.
Metabolisme glukosa melalui jalur glukogenesis, glikolisis dan glukoneogenesis:
* Glukogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat setelah makan. Penyimpangan atau kelainan metabolisme pada lintasan ini disebut glukogenosis.
* Glikolisis adalah serangkaian reaksi biokimia di mana glukosa dioksidasi menjadi molekul asam piruvat. Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP dan NADH.
Ringkasan reaksi dari glikolisis, siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif adalah:
C6H12O6 + 6O2 --> 6CO2 + 6H2O + energi
*  Glukoneogenesis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh, selain glikogenolisis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia. Pada lintasan glukoneogenesis, sintesis glukosa terjadi dengan substrat yang merupakan produk dari lintasan glikolisis, seperti asam piruvat, asam suksinat, asam laktat, asam oksaloasetat.

A. Metabolisme Karbohidrat
Hanya terdapat tiga sumber utama karbohidrat dalam diet manusia normal. Sumber ini adalah sukrosa, yang merupakan disakarida yang dikenal sebagai gula tebu; laktosa, yang merupakan disakarida dalam susu; dan pati, yang merupakan polisakarida besar yang terdapat hampir pada semua makanan dan khususnya dalam padi-padian.
Jenis karbohidrat terdiri atas :
a.  Zat tepung, terumata yang diambil dari tanaman hijau, diantaranya :
  • Butir-butir gandum, jagung, terigu, beras dan sagu.
  • Akar ubi-ubian, misalnya kentang.
  • Selulosa yaitu jenis tepung yang dijumpai dalam batang dan tanggkai  tanaman, misalnya sagu.

b. Zat gula yang berasal dari dalam tumbuh-tumbuhan, kecuali laktosa atau gula susu.
  •  Sakarosa terdapat pada tebu dan gula ubi-ubian.
  •  Maltosa yang terbentuk karena hidrolisis zat tepung.
  •  Dekstrosa atau glukosa terdapat pada gula buah-buahan dan madu.
Karbohidrat dapat diklasifikasikan kedalam beberapa golongan, yaitu :
a. Monosakarida yaitu bentuk karbohidrat sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi.
b. Disakarida yaitu jenis karbohidrat yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan dua melekul monosakarida yang sama atau berbeda.
c.  Oligosakarida yaitu golongan karbohidrat yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan dua sampai sepuluh molekul monosakarida.
d. Polisakarida yaitu karbohidrat yang menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida bila dihidrolisis.

B.  Metabolisme Lemak
Sejauh ini, sebagian besar lemak dalam diet merupakan lemak netral, juga dikenal sebagai trigliserida, masing-masing molekul terdiri atas satu inti gliserol dan tiga asam lemak. Lemak netral ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Dalam diet biasa juga terdapat sejumlah kecil fosfolipid, kolestrol dan ester-ester kolestrol mengandung asam lemak, dan karena itu, dapat dianggap sebagai lemak sendiri. Sebaliknya, kolestrol merupakan senyawa setrol yang tidak mengandung asam lemak, tetapi ia menunjukkan beberapa sifat fisika dan kimia lemak; ia berasal dari lemak dan dimetabolisme sama seperti lemak. Oleh karena itu, kolestrol dipandang dari segi makanan sehari-hari, dianggap merupakan lemak.
Walau sejumlah kecil lemak yang dapat dicerna di dalam lambung dibawah pengaruh lipase lambung, 95 sampai 99 persen dari seluruh pencernaan lemak terjadi didalam usus halus, terutama dibawah pengaruh lipase pankreas.

C. Metabolisme Protein
Protein dalam makanan sehari-hari hampir seluruhnya berasal dari daging dan sayuran, dan mareka terutama dicernakan didalam lambung dan bagian atas usus halus. Pencernaan protein dimulai didalam lambung, enzim pepsin memecah protein menjadi protesa, pepton dan polipeptida besar. Enzim ini hanya berfungsi dalam medium yang sangat asam; paling baik berfungsi pada pH 2. Sehingga, sekresi asam hidroklorida didalam lambung adalah penting untuk proses pencernaan ini.
Pepsin terutama penting karena kesanggupannya untuk mencernakan kalogen, suatu albuminoid yang sedikit dipengaruhi oleh enzim percernaan lain. Karena kalogen merupakan unsur utama jaringan ikat didalam daging, maka penting mencernakan sehingga sisa daging lainnya dapat dicerna oleh enzim pencernaan lain.
Protein dicerna lebih lanjut didalam bagian atas usus dibawah pengaruh enzim pankreas tripsin, kimotripsin dan karboksipolipeptidase. Produk akhir pencernaan ini terutama merupakan polipeptia kecil ditambah beberapa asam amino.
Akhirnya, polipeptida kecil dicerna menjadi asam amino sewaktu berkontak dengan sel epitel usus halus. Sel ini mengandung beberapa enzim (peptidase) yang mengkonversi produk protein sisanya, menjadi asam amino. Bila makanan dikunyah dengan semestinya dan tidak dimakan dalam jumlah yang terlalu banyak pada saat yang sama, sekitar 98 persen semua protein akhirnya menjadi asam amino.

Kebutuhan Nutrisi yang Dianjurkan Perhari
Penilaian status nutrisi merupakan salah satu diantara empat tahap dalam manajemen nutrisi yang terdiri atas :
1. Penilaian (assessing) status nutrisi;
2. Perencanaan (planning) intervensi nutrisi;
3. Pelaksanaan (implementing) intervensi nutrisi;
4. Pengevaluasian (evaluating).
Penilaian nutrisi (nutritional assessing) merupakan landasan untuk memberikan asuhan nutrisi yang optimal kepada pasien. Penilaian ini mencakup empat komponen, yaitu :
1. Anamnesis riwayat diet;
2. Pengukuran antropometrik;
3. Pemeriksaan laboratorium (biokimia);
4. Pemeriksaan jasmani nutrisi.

A. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi
Kebutuhan nutrisi tidak berada dalam kondisi yang menetap. Ada kalanya kebutuhan nutrisi seseorang meningkat. Begitu pula kebalikannya, kebutuhan nutrisi seseorang menurun. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan seseorang terhadap nutrisi. Pada bagian ini dikemukakan dua kategori faktor yaitu faktor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi dan faktor yang menurunkan nutrisi.
Faktor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi antara lain sebagai berikut:
a. Pertumbuhan yang cepat, seperti bayi, anak-anak, remaja dan ibu hamil.
b. Selama perbaikan jaringan/pemulihan kesehatan karena proses suatu penyakit.
c. Peningkatan suhu tubuh. Setiap kenaikan suhu 1o F, maka kebutuhan kalori meningkat 7%.
d. Aktivitas yang meningkat.
e. Stres. Sebagian orang akan makan sebagai kompensasi karena mengalami stres.
f.  Terjadi infeksi.
Faktor yang menurunkan kebutuhan nutrisi antara lain sebagai berikut :
a. Penurunan laju pertumbuhan, misalnya lansia.
b. Penurunan basal metabolisme rate (BMR).
c. Hipotermi.
d. Jenis kelamin. Umumnya kebutuhan nutrisi pada wanita lebih rendah dibandingkan laki-laki. Hal ini karena pada wanita BMR-nya lebih rendah dibanding BMR laki-laki.
e.  Gaya hidip pasif.
f.   Bedrest.

B. Kebutuhan Nutrisi Sehari-hari
1) Air
Apabila pentingnya nutrisi ditentukan dengan cara seberapa lama seseorang dapat bertahan tanpa nutrisi itu, air menempati urutan yang paling atas. Seseorang hanya dapat bertahan hanya delapan atau sepuluh hari tanpa air, sementara itu seseorang dapat bertahan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dengan kondisi kekurangan makanan. Air bersikulasi melalui darah kita dan sistem limpa, mengangkut oksigen dan nutrisi ke sel tubuh dan membuang limbah metabolisme melalui urin dan keringat.
Orang dewasa biasanya butuh sedikitnya 2 liter air sehari. Rasa haus bukan pertanda yang dapat diandalkan seseorang seseorang mengalami dehidrasi, yang biasanya terjadi sebelum tubuh dapat mengganti cairan. Konsumsi air disarankan dilakukan sepanjang hari, terutama jika banyak keluar keringat karena cuaca panas, sedang melakukan aktivitas fisik berat, sedang sakit, atau dalam situasi yang banyak menyerap cairan tubuh seperti bangun tidur dan penerbangan pesawat.
2) Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama energi tubuh manusia, menyediakan 4 kalori energi setiap gram. Karbohidrat tersusun dari atom carbon, hidrogen dan oksigen. Ketika karbohidrat diproses dalam tubuh manusia, gula glukosa dihasilkan; glukosa merupakan faktor penentu untuk membantu memelihara jumlah protein dalam jaringan, memetabolisme lemak, dan menggerakkan sistem syaraf pusat.
Zat tepung dan zat gula merupakan sumber karbohidrat yang utama. Makanan yang banyak mengadung zat tepung yang banyak kita temui sehari-hari adalah roti gandum dan sereal, pasta, jagung, buncis, kacang polong, dan kentang. Makanan yang mengandung gula alami banyak ditemukan pada buah-buahan dan banyak jenis sayuran; produk susu; dan madu, gula mapel, dan tebu. Makanan yang mengandung zat tepung dan zat yang secara alami menghasilkan gula dikategorikan sebagai karbohidrat kompleks, karena molekul mereka yang rumit membuat tubuh kita harus memprosesnya menjadi bentuk yang lebih sederhana untuk mendapatkan sumber energi yang dibutuhkan yaitu glukosa.      
3) Protein
Makanan mengadung protein merupakan bagian penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mulai dari rambut dan kuku, kulit, organ dalam tubuh sampai ke tulang dan otot. Protein berfungsi sebagai bahan dasar pembangun tubuh dan regulator gen. Protein juga diperlukan sebagai bahan pembantu dalam memelihara struktur tubuh, mempercepat reaksi kimia dalam tubuh, berfungsi sebagai pembawa pesan kimiawi, melawan infeksi dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Walaupun protein menyediakan 4 kalori energi setiap gramnya, tubuh menggunakan protein hanya apabila karbohidrat dan lemak yang tersedia tidak mencukupi. Ketika diambil sebagai sumber energi, protein diubah fungsinya dari berbagai fungsi penting lain yang sangat penting bagi tubuh.
Pada beberapa kondisi, seperti sakit, stress, dan kehamilan dan menyusui pada wanita, menyebabkan peningkatan kebutuhan tubuh karena tubuh membangun jaringan atau memerangi infeksi dan kondisi ini memerlukan peningkatan konsumsi protein. Sebagai contoh, wanita sehat wajarnya memerlukan 45 grams protein setiap harinya. Para ahli merekomendasikan wanita hamil untuk mengkonsumsi 55 gram protein tiap hari, dan ibu menyusui mengkonsumsi 65 gram untuk menjaga kesehatan.
4) Lemak
Lemak, yang setiap gramnya menghasilkan 9 kalori, merupakan nutrisi penghasil energi yang paling kuat, sehingga tubuh kita hanya memerlukan sedikit lemak. Lemak memainkan peranan penting dalam membentuk membran yang mengelilingi sel-sel tubuh kita dan dalam membantu tubuh menyerap vitamin tertentu. Lemak disimpan dalam bantalan organ-organ penting tubuh dan melindungi tubuh kita dari dingin dan panas yang berlebihan. Lemak dalam makanan mengankut empat vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K dan juga membantu penyerapan keempatnya dalam usus halus.
Lemak dalam tubuh diurai dari makanan yang mengandung asam lemak yang disebut Tryglyceride. Tryglyceride terdiri dari 3 asam lemak yang melekat pada suatu zat yang disebut glycerol.

C. Jumlah Nutrisi yang Dibutuhkan Perhari
1) Kalsium
Untuk kalsium direkomendasikan 1.000 milligram per hari yang berfungsi untuk kesehatan tulang. Sumber kalsium terdapat pada produk susu, ikan dengan tulang dan sayur-sayuran hijau.
2) Serat
Serat direkomendasikan 25 gram per  hari yang berfungsi memperlancar sistem pencernaan, mengurangi resiko terkena diabetes dan penyakit jantung. Sumber serat terdapat pada sayur, buah, kacang-kacangan dan gandum.
3) Magnesium
Magnesium direkomendasikan 310 – 320 milligram per hari yang berfungsi untuk menjaga fungsi otot dan saraf agar selalu dalam keadaan normal, serta meningkatkan dan menjaga kesehatan tulang. Sumber magnesium terdapat pada ikan, kacang-kacangan dan gandum.
4) Potasium
Potasium direkomendasikan 4.700 milligram per hari yang berfungsi untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil, mengurangi efek buruk dari garam yang dikonsumsi, mengurangi resiko penyakit ginjal dan keropos tulang. Sumber potasium terdapat pada kentang, tomat, yogurt, kedelai dan pisang.
5) Vitamin A
Vitamin A direkomendasikan 2.310 IU (International Units) per hari yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi penglihatan, produksi sel darah merah, perkembangan embrio dan meningkatkan fungsi kekebalan. Sumber vitamin A terdapat pada sayuran hijau, wortel, pepaya dan daging.
6) Vitamin C
Vitamin C direkomendasikan 75 milligram per hari yang berfungsi untuk meningkatkan zat antioksidan pada tubuh dan meningkatkan kekebalan. Sumber Vitamin C terdapat pada jeruk, buah delima, tomat, dan jambu biji.
7)  Vitamin E
        Vitamin E direkomendasikan 15 milligram per hari yang berfungsi untuk kesehatan mata dan kulit. Sumber vitamin E terdapat pada gandum, daging, ikan, dan kacang-kacangan.
Penilaian Anda:

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...